Ainul Kholiliyah

Ainul Kholliyah Mothercare Yang Rajin

Ainul Kholiliyah, lahir di Lumajang, 17 Agustus 1995 ini tinggal di dusun kebon skeet RT 9 RW 3 Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Pekerjaan sehari-hari Ainul adalah perangkat desa. Perempuan yang masih muda dan cantik ini baru saja menyelesaikan pendidikan sarjanyanya. Dan baru tahun kemarin Ainul bekerja sebagai perangkat desa.

Penunjukan Ainul sebagai pendamping program jalin matra ini adalah kebijakan dari kepala desa. Aktivitas ini adalah hal yang sangat baru baginya. Kemampuan berbicara didepan umum merupakan hal yang sulit menurut Ainul tapi semenjak beberapa bulan menjadi pendamping Ainul belajar banyak hal sehingga berbicara di depan umum menjadi lebih biasa. Saya orang yang sangat pemalu, rasa gerogi berbicara di depan umum selalu menghantui saya, namun berkat jalin matra ini saya jadi merasa percaya diri. Berkomunikasi satu persatu dengan KRTP mengenal kehidupan KRTP, membimbing dan mengarahkan KRTP untuk memilih usaha membuat saya belajar banyak hal. Bahwa saya termasuk golongan orang-orang yang beruntung dan saya tidak malu lagi untuk berbicara di depan umum terutama untuk kepentingan orang banyak.

Ainul adalah perempuan yang rajin, sehingga tidak jarang kalau setiap hari sabtu dan minggu walaupun pekerjaan di desa libur, Ainul memiliki aktivitas lain yaitu sebagai penjaga loket wisata Hutan Bambu di Desa Sumbermujur. Tambahan penghasilan pun ia dapatkan. Walaupun aktivitas tersebut membuatnya tidak bisa bermain tapi dia merasa nyaman. Walaupun anak tunggal Ainul sosok yang mandiri. Sehingga ia jarang sekali membebani keluarganya dengan kebutuhannya.

“Besar harapan saya bahwa KRTP dampingan saya bisa merasakan manfaat dari bantuan jalin matra ini, karena mereka memang benar-benar orang-orang yang layak menerima bantuan usaha ini. Saya juga berterima kasih berkat program ini saya jauh lebih membuka diri bahwa seorang perempuan itu bisa menjadi sosok yang jauh lebih hebat dari laki-laki jika mereka dihadapkan pada situasi di mana mereka harus lebih kuat dari laki-laki yaitu KRTP. Karena saya yang masih muda sulit membayangkan ika saya yang berada di posisi KRTP, harus bekerja banting tulang untuk mencari nafkah buat makan, biaya hidup sehari-hari dan untuk biaya sekolah anak-anaknya. Belum lagi tanggungjawab ibu rumah tangga harus juga KRTP jalani di rumahnya.” Imbuhnya.

rikadamayanti927

Menjadi wanita yang hebat tak cukup dengan memperkaya diri dan memperbaiki kwalitas diri kita saja, tapi wanita hebat adalah wanita yang bisa memberika kontribusi nyata untuk orang-orang sekitar kita.

Tinggalkan sebuah Komentar