Yuli Priani

KESABARAN PINTU KEBERHASILAN

Nama saya adalah Yuli Priani. Umur saya adalah 30 tahun. Saya adalah seorang istri dari Aripin Slamet. Dia bekerja sebagai wiraswasta. Dari pernikahan kami, kami di karuani 2 orang anak laki-laki. Anak pertama, kami bernama Nicksen Bintang E.A., sekarang dia duduk di bangku kelas 7 SMP dan anak kami yang kedua bernama Axel Aydin Khalfani, dia masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Saya adalah lulusan S1 PGTK, dan pernah ngajar di salah satu TK di desa setempat. Pada saat di Desa Sukorame ada pendaftaran Perangkat Desa, saya ikut mendaftarkan diri menjadi calon Perangkat Desa karena dorongan dan dukungan dari keluarga besar. Melalui tes yang diselenggarakan oleh Desa Sukorame, saya lolos menjadi Perangkat Desa dan pekerjaan saya sebagai guru TK saya lepas. Karena tidak memungkinkan saya mengerjakan 2 pekerjaan yang berbeda dalam satu waktu sehingga saya harus rela melepaskan jabatan saya sebagai guru TK. Jadi seorang Pendamping Desa ini adalah mandat dari Kades Sukorame. Karena untuk mencari seorang Pendamping Desa dalam waktu singkat sangatlah sulit. Sehingga saya yang di beri tugas untuk mengemban pekerjaan daripada pendamping desa ini. Perasaan suka ketika melaksanakan tugas ini adalah saya dapat bercengkrama secara langsung dengan RTS Desa Sukorame dengan beragam pekerjaan yang ditekuninya. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari kehidupan mereka sehari-hari. Mereka, para KRTP yang tidak pernah mengeluh dengan keadaan dan selalu bersemangat dalam mencari rezeki untuk menghidupi keluarganya. Perasaan kesel, capek, dan sedih ketika saya survey ke beberapa rumah KRTP tetapi mereka sedang tidak dirumah, sehingga saya harus bolak balik dengan menempuh jarak yang cukup jauh dari rumah KRTP satu ke rumah KRTP yang lainnya.
Kepala Rumah tangga disamping ini bernama Suwati, beliau berumur 56 tahun. Beliau adalah seorang janda yang ditinggal suaminya meninggal dunia. Beliau tinggal bersama kedua cucu dari anak semata wayangnya yang bernama Kasening, 43 tahun. Dia juga seorang janda. Suaminya meninggal beberapa waktu yang lalu. Pekerjaan ibu Suwati adalah sebagai penjual serabih. Setiap hari beliau bangun pada sepertiga malam untuk membuat serabih yang akan di jualnya. Terkadang beliau menjajakan serabihnya di pasar Sukorame dan apabila dagangannya tidak habis, beliau keliling kampung untuk menjajakan serabih buatannya. Dalam berjualan beliau sangat sabar dan telaten. Serabih buatannya sangat enak. Setiap orang yang pernah mencobanya pasti ketagihan dengan rasa gurih dan enaknya. Anaknya, Kasening kerja merantau ke luar jawa, karena himpitan ekonomi yang membuatnya harus pergi mencari rezeki di luar sana, agar dia bisa membiayai sekolah kedua anaknya dan membantu ibunya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ketika saya datangi kerumahnya untuk melakukan survey beliau sangat senang karena mendapat bantuan dana PFK Jalin Matra dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini. Dan harapan beliau atas dana bantuan tersebut adalah untuk menambah modal dan dapat mengembangkan usaha dagangnya tersebut, sehingga keluarga ibu suwati dapat hidup sejahtera dan lebih baik lagi. ( by: Habib, S.Pd Lamongan)

mufiok80

Perjalanan Hidup menuju Kesuksesan
Mi Darul Hikam Tracal, MTS Darul Hikam Tracal, MA Salafiyah Siman , STIT AL-FATTAH Siman Menuju Peradaban Pemberdayaan masyarakat Jaka Tingkir lamongan dan Jaka Jatim

Tinggalkan sebuah Komentar