Aphik Dara Insani

MAHASISWI AKHIR YANG TETAP SEMANGAT MENDAMPINGI KRTP

Dia bernama Aphik Dara Insani, orang di sekitarnya sering memanggilnya dengan panggilan Iik. Gadis kelahiran asli Jombang 22 tahun yang lalu ini tinggal di Ngoro Jombang. Gadis yang sekarang sedang bergelut dengan buku mengejar gelar sebagai Sarjana Ekonomi di STIE PGRI Dewantara Jombang semester VIII  ini, selain aktif sebagai mahasiswi ia juga aktif mengikuti program karang taruna di desanya. Waktu yang ia miliki untuk bisa bermain seperti teman-temannya yang lain sangat sedikit, karena ia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk kuliah dan kegiatan yang lainnya.

Waktu yang ia miliki hanya ia habiskan bersama teman satu kelas. Pulang ke rumah pun ia tidak bisa bersantai-santai, ia harus menyelesaikan tugas kuliah. Rasa semangat yang tinggi, membuat ia yakin bahwa apa yang ia cita-citakan akan tercapai. “Yang terpenting tetap berikhtiar dan berdo’a,” ujarnya.

Kunjungan Kuliah ke Blitar bersama teman satu kelas

Ia percaya bahwa semuanya sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana kita bisa mengatur segalanya dengan baik. Karena ia memiliki sebuah moto dalam hidupnya yang selalu ia ingat yaitu, “Hidup bukan soal “Be Yourself”, melainkan “Be somebody else”. Bukan tentang “menikmati hidup, tetapi tentang menikmati tanggung jawab”. Kegagalan bukan “musuh”, tetapi itu adalah cara kita belajar memanage your heart, mendengarkan Tuhan, melihat Tuhan, karena Tuhan adalah sumber keselamatan. Karena, “ Tuhan itu The Biggest Gift”. (Dato Sri Tahir). Dan satu quote yang gadis ini suka yaitu, “If you don’t know what you want, you end up with a lot you don’t.” (Chuck Palahniuk). Baginya semua harus so must go on.

Orientasi Pendamping Desa Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan di Hotel Utami Surabaya

Jalin Matra PFK, awalnya sangat asing di telinga gadis satu ini mendengar kalimat itu. Dalam pikirannya bertanya-tanya “Apa arti kalimat itu?”. Setelah mendapat penjelasan dari kepala desa dan pendamping kabupaten serta mengikuti kegiatan pelatihan di Surabaya beberapa waktu lalu, barulah ia paham arti kalimat itu. Hal itu membuat ia tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam program ini. Meski dengan kesibukan dia yang sedemikian rupa, tapi dia tetap sempatkan untuk ikut andil dan berkontribusi dalam program Jalin Matra PFK ini. Selain menambah pengalaman, bagi saya hal itu juga bisa membangun relasi semakin banyak, disamping juga sebagai ladang amal bagi saya bisa membantu para KRTP yang kurang beruntung,” ungkapnya.

Tinggalkan sebuah Komentar