Uswatul Hasanah

Mother Care Desa Penuh Talenta

Menjadi Pendamping Desa atau disebut dengan istilah Mother Care bagi Uswatul Hasanah, S.Th.I, M.Ag merupakan satu pengalaman sekaligus pengabdian diri pada masyarakat. Namun ini bukan kali pertama bagi dia bersinggungan dengan kegiatan sosial-kemasyarakatan, karena setiap harinya Uswatul Hasanah aktif sebagai anggota Tim Penggerak PKK Desa Sentol Daya dan terlibat dalam kepengurusan Desa Siaga Aktif Desa Sentol Daya. Selain itu Uswatul Hasanah juga aktif di organisasi-organisasi keperempuan seperti Fatayat NU dan Muslimat NU yang semua kegiatannya selalu merangkul dan melibatkan masyarakat khususnya kaum perempuan.

Ketika melakukan pendampingan, Uswatul Hasanah seringkali menanyakan potensi-potensi usaha di sekitar KRTP yang sekiranya dapat dikembangkan dalam jangka panjang. Barangkali saja usaha yang sudah dijalankan dapat dikembangkan lebih luas lagi dengan bantuan modal usaha dari Program Jalin Matra. Semisal KRTP yang awalnya hanya menjual soto, bisa ditambah lagi dengan menjual bakso, kaldu, peracangan dan home industry lainnya yang cocok dengan karakteristik dan potensi yang dimiliki oleh KRTP.

Setelah berbincang santai mengenai potensi usaha, kemudian ia berusaha membuka pemikiran para KRTP tentang peluang macam-macam usaha serta bidang apa yang mungkin dapat dijalankan si KRTP. Kadangkala komunikasi dan pendampingan tidak hanya terjalin di rumah KRTP, namun ketika berpapasan di jalan karena rumah Uswatun Hasanah yang memang rata-rata berdekatan (satu desa) dengan rumah KRTP. “Basanya kami saling menyapa sekaligus menanyakan perkembangan usaha yang sekiranya bisa dikembangkan dengan baik,” ucapnya.

Pertanian dan peternakan sangat memungkinkan untuk bisa dikembangkan dan dibudidayakan di Desa Sentol Daya, karena ada Embung (tanggul air yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2010) yang sangat menunjang untuk bertani bagi masyarakat, termasuk KRTP yang akan mendapatkan bantuan dari Program Jalin Matra Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2018. Singkong, ketela rambat, jagung, jambu mete, pisang dan lainnya selama ini dijual mentahnya saja, padahal hasil olahan dari bahan-bahan tersebut justru lebih mahal. Melihat hal ini, Uswatul Hasanah berinisiatif untuk merangkul para KRTP agar memiliki kemampuan sekaligus kemauan untuk mengembangkan diri dengan memanfaatkan potensi yang ada di Desa Sentol Daya.

Tinggalkan sebuah Komentar