EMI WULANDARI

Mothercare “Status Tinggi Tanpa Gengsi”

Pada saat saya pertama kali koordinasi ke Balai Desa Kepuh Kecamatan Kertosono, saya disambut baik oleh Bu Emi yang pada saat itu status beliau masih menjabat sebagai Kepala Desa Kepuh. Pada saat itu saya meminta tanda tangan log book untuk bukti kunjungan koordinasi tapi beliau tidak mau karena baru saja diadakan pemilihan kepala desa dan pelantikan kepala desa yang baru akan dilaksanakan satu minggu lagi. Kemudian saya meminta pihak desa untuk mencarikan pendamping desa dari Desa Kepuh akan tetapi malah beliau sendiri yang menawarkan diri ingin menjadi pendamping desa walaupun sudah saya jelaskan tugasnya sampai sembilan bulan dan honornya hanya sekali tetapi beliau tetap menyanggupinya dengan alasan ingin mengisi waktu luang beliau untuk tetap mengabdi kepada desa.

Setelah selesai pembekalan pendamping desa saya baru menyadari bahwa beliau saat ini ternyata juga masih menjabat sebagai Dosen Kebidanan di perguruan tinggi swasta di Kertosono. Setelah saya mengetahui hal tersebut saya beranggapan beliau mantan kepala desa, istrinya tentara dan juga seorang dosen tapi tidak ada kata gengsi. Beliau terjun survey ke warga dengan saya dampingi juga beliau sangat ramah, dekat dan grapyak pada warga. Meskipun beliau mempunyai balita yang membutuhkan kasih sayang akan tetapi beliau tidak mengabaikan tugasnya sebagai pendamping desa dan sebagai dosen.

Sebagai pendamping desa beliau merasa sangat senang karena ini merupakan pertama kalinya beliau terjun langsung untuk melihat pojok demi pojok desanya dan mendengar keluh kesah mereka yang ternyata masih banyak warganya yang kurang mampu. Beliau sangat antusias dengan cerita masa lalu dan perjuangan para kepala rumah tangga perempuan untuk menghidupi keluarganya. Hal tersebut menjadikan beliau merasa sangat bersyukur dengan kehidupannya yang sudah berkecukupan. Beliau berharap agar program gender seperti ini terus dikembangkan dan masih banyak lagi program-program dari pemerintah yang lebih tepat sasaran kepada warga yang benar-benar kurang mampu karena menurut beliau sekarang ini kalau tidak terjun langsung ke masyarakat pemerintah tidak akan tahu bahwa banyak program untuk masyarakat kecil yang tidak tepat sasaran.

Tinggalkan sebuah Komentar