Yeni Kurnia A

PENGALAMAN BERHARGA MENJADI MOTHER CARE

Yeni Kurnia A. adalah seorang sarjana ekonomi. Saat ini umurnya baru 29 Tahun. Semasa kuliah dia selalu aktif berorganisasi. Sifatnya yang rendah hati membuatnya memiliki banyak teman, baik laki-laki dan perempuan. Meskipun dia berasal dari keluarga sederhana, tapi dia memiliki semangat juang yang tinggi dibidang pendidikan. Semangat juang yang dia milikilah ini, dia berhasil menempuh pendidikan sampai jenjang sarjana.

Setelah berhasil menempuh gelar sarjana, dia mulai mencari pekerjaan dengan semangat yang gigih dan pantang menyerah. Dia pun mulai melamar pekerjaan ke berbagai macam perusahaan. Meskipun dia adalah seorang gadis desa, tapi dia termasuk orang yang tak pernah putus asa untuk mewujudkan segala mimpinya untuk mendapatkan pekerjaan. Dia tak ingin menyusahkan kedua orang tuanya terus menerus. Dia juga tidak ingin menjadi beban kedua orang tuanya terus menerus. Dia ingin berusaha membantu meringankan beban kedua orang tuanya, sehingga dia ingin cepat-cepat mendapatkan pekerjaan dan tak berlama-lama menganggur. Karena orang tuanya sudah banting tulang, berusaha keras untuk menyekolahkan dia sampai sarjana. Akhirnya berkat perjuangan yang dia lakukan, dia pun mendapatkan pekerjaan. Saat itu pekerjaan yang dia dapatkan adalah di bidang perbankan. Bank tempat dia bekerja adalah bertujuan untuk memberikan modal usaha untuk ibu yang ingin melakukan usaha. Dan hal itu menambah pengalaman dia dalam kegiatan sosial, karena dalam pekerjaan dia tidak hanya sekedar memberikan modal kepada ibu-ibu yang ingin mempunyai usaha tetapi juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada ibu-ibu yang ingin memiliki usaha. Dalam melakukan pelatihan, dia juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada ibu-ibu yang ingin mempunyai usaha.

Tahun 2017, juga merupakan tahun keberuntungan untuk seorang Yeni. Di Tahun ini, Program PFK 2017 Kecamatan Nawangan Khususnya Desa Pakis Baru mendapatkan program bantuan dari program PFK 2017. Karena program PFK merupakan sebuah program untuk menanggulangi feminisasi kemiskinan, makanya di setiap desa membutuhkan pendamping desa untuk mendampingi ibu-ibu yang sudah tidak mempunyai pasangan untuk membantu mengelola bantuan yang didapatkan dari program PFK 2017. Melalui seleksi yang sangat ketat yang dilakukan oleh Pendamping Kabupaten bekerja sama dengan aparat desa terkait, Yeni kemudian terpilih menjadi salah satu pendamping desa dalam Program Jalin Matra PFK 2017.

Aktivitas sehari-hari Yeni lakukan dalam mendampingi RTS. Aktivitas tersebut sudah dia lakukan mulai dari sebelum rembug warga, pelaksanaan rembug warga, dan kemudian mendampingi RTS pada setiap kegiatan kunjungan ke rumah. Yeni memiliki kesan yang sangat baik terhadap program PFK ini. Hal ini menambah pengalaman dia di bidang sosial. Ketika dia ditanya mengenai perasaannya menjadi pendamping desa, dia pun menjawab sangat senang. Dengan program ini menjadikannya dia pribadi yang lebih sabar dan telaten.
Menurut Yeni, strategi yang dilakukan dalam mendampingi RTS adalah sebagai berikut :
1. Memberikan Motivasi kepada RTS untuk dapat terlibat langsung dalam kegiatan peningkatan pendapatan dengan menggunakan sumber-sumber dan kemampuan-kemampuan yang mereka miliki
2. RTS diajarkan untuk dapat bisa Manajemen diri. Setiap RTS harus mampu melakukan manajemen yang baik.
3. Memberikan penjelasan kepada RTS, supaya dalam memiliki usaha harus memiliki jaringan yang baik. Jaringan ini menurut Yeni sangat penting dalam menyediakan dan mengembangkan berbagai akses dan kesempatan terhadap keberdayaan masyarakat miskin.

 

(Pendamping PFk kab. Pacitan, Halim K)

Tinggalkan sebuah Komentar