Susi Indah Wati

PENGALAMAN MENJADI PENDAMPING DESA

Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) adalah salah satu program yang sangat membantu warga masyarakat desa khususnya para janda yang kurang mampu. Dalam program tersebut ada beberapa perangkat desa yang membantu dan perangkat desa dibantu oleh seorang pendamping desa yang mendata warga desa/Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP). Salah satunya adalah saya Susi Indah Wati yang menjadi pendamping desa dalam program Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) tahun ini.

Saya tinggal di salah satu desa di sebelah barat Kabupaten Sampang tepatnya di Desa Kotah Kecamatan Jrengik, yang pada tahun ini mendapatkan alokasi penerima bantuan. Akses jalan menuju ke sana sangat jauh dan rusak. Kotah adalah salah satu desa yang sangat jauh dari pusat keramaian kota.

Menjadi pendamping desa pada program PFK tahun ini adalah hal yang pertama bagi saya karena saya termasuk pendamping desa yang begitu muda dibandingkan dengan pendamping desa lainnya. Usia saya saat ini adalah 33 tahun dan pendidikan terakhir saya adalah SMA. Jadi bisa dikatakan saya kurang pengalaman dalam bidang ini. Tetapi meskipun dikatakan sebagai pendamping desa yang kurang pengalaman saya tetap berusaha untuk belajar.

Awalnya saya merasa bingung apa pendamping desa itu sendiri, seperti tugas dan fungsi dari pendamping desa, karena saya baru pertama kali mengemban tugas sebagai pendamping desa di salah satu desa tepatnya di Desa Kotah Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang. Tetapi setelah saya jalani dan saya banyak bertanya kepada teman-teman yang pernah menjadi pendamping desa saya akhirnya menjadi tahu dan paham apa tugas dan fungsi dari pendamping desa itu.

Setelah saya mempelajari dan memahami tugas dan fungsi dari pendamping desa, saya merasa senang karena ini adalah pengalaman pertama bagi saya. Selain itu, saya menjadi kenal dengan warga masyarakat dan tahu keadaan warga masyarakat khususnya janda-janda yang kurang mampu sehingga saya ikut merasakan apa yang dirasakan oleh janda-janda tersebut.

Oleh karena itu, saya berharap agar program Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) tersebut bisa tetap berjalan dan bisa membantu janda-janda yang kurang mampu untuk meringankan beban hidup mereka. Selain itu juga saya berharap mudah-mudahan untuk program PFK tahun berikutnya saya tetap terpilih menjadi pendamping desa karena menjadi seorang pendamping desa itu adalah pekerjaan yang mulia bagi saya.

Tinggalkan sebuah Komentar