Dewi Andayani

TAK GILA KEPADA ORANG GILA

Berkecimpung dalam seabreg kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkup Desa Tegalasri maupun lingkup Kecamatan Wlingi dan atau Kabupaten Blitar, tidak membuat ibu dua anak bernama Dewi Andayani ini melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga. Di sela-sela waktu mengurus suami dan anak-anaknya, ia masih punya energi lebih untuk mengurusi orang lain (baca : masyarakat). Menjadi Ketua Kader Posyandu Desa sejak tahun 2007, aktif sebagai mitra BPS dalam setiap kegiatan pendataan di wilayah Kabupaten Blitar khususnya di Kecamatan Wlingi semenjak tahun 2010, aktif di LPMD Tegalasri sebagai Sekretaris, juga masih menyempatkan diri menjadi Kader Jiwa sebagai mitra kerja Puskesmas dan Dinas Sosial. Kader Jiwa adalah kader desa yang diberi amanah untuk mencari, mendata dan mengurusi warga desa yang mengalami gangguan jiwa, baik yang masih berkeliaran bebas maupun yang sudah lama hidup dalam pasungan.

Perempuan kelahiran Blitar, 1 April 1979 yang bertempat tinggal di RT 02 RW 14 desa Tegalasri kecamatan Wlingi kabupaten Blitar ini dengan semangat dan bangga bercerita tentang suka duka menangani orang gila bersama mitra kerjanya dari Puskesmas dan Dinas Sosial. Salah satu warga di desanya mogok sekolah (SMP) dan menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan. Setelah secara rutin diobati (disuntik) dan didampingi intensif dengan penuh perhatian dan kasih sayang, sekarang sudah kembali meneruskan sekolahnya di SMP semula. Salah satu warganya yang lain, sudah dipasung selama 10 tahun dan tidak pernah mandi, setelah dirawat dengan ketelatenan tingkat dewa, sekarang sudah menuju normal dan mandiri alias mau mandi sendiri. Semata-mata atas dorongan semangat yang tinggi dan ketulusan membantu sesama-lah yang membuat mothercare berperawakan mungil ini tidak merasa gila (jijik) mengurusi dan atau memandikan warganya yang kebetulan mengidap kelainan jiwa.

Sukses merawat orang dengan gangguan jiwa, tetapi merasa “gagal merayu” 21 KRTP penerima bantuan Jalin Matra PFK Desa Tegalasri untuk mengajukan usulan kebutuhan selain beternak kambing. Kondisi geografis dan demografis, dua alasan yang menjadi pembenar untuk kegagalan ini.

Oleh : Bang Udin, Blitar

Tinggalkan sebuah Komentar