Perjuangan Ibu Jumirah memulai berdagang tanpa modal

  • Nama JUMIRAH
  • Alamat rumah DESA KARANGSEMI KEC GONDANG
  • Alamat usaha DESA KARANGSEMI KEC GONDANG
  • Jam usaha 03.00-10.00

Testimoni penulis

Ibu jumirah adalah salah satu KRTP yang mendapatkan bantuan program Jalin Matra PFK di Desa Karangsemi Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Beliau adalah sosok wanita yang kuat dan tangguh saat ini beliau hidup sebatang kara di rumahnya. Suaminya sudah 10 tahun meninggal sedangkan anak-anaknya berada diluar jawa untuk merantau dan jarang sekali bisa pulang. Sejak suaminya meninggal Ibu Jumirah mencoba memulai usaha berjualan sayur dan pisang di pasar. Sayur dan pisang yang dijual itu adalah hasil eber atau ambil dagangan orang lain untuk dibantu menjualkan. Karena memang Ibu Jumirah tidak mempunyai modal sehingga beliau untuk kebutuhan sehari-hari mencari keuntungan dengan cara eber sayuran dan pisang mengambil dari orang lain.

Setiap jam 03.00 pagi Ibu Jumirah memulai aktivitasnya dengan berjalan kaki ke pasar dengan menggendong sayuran dan pisang yang beliau peroleh sebelumnya dari titipan langganannya. Setelah sampai di pasar Bu Jumirah duduk di bawah meja pedagang lain untuk menggelar dagangannya karena memang Bu Jumirah belum mempunyai tempat untuk berjualan. Setelah Beliau pulang dari berjualan kira-kira sekitar pukul 10.00 beliau langsung pergi untuk setor hasil jualan sayur dan pisangnya dengan kesepakatan bagi hasil yang sudah mereka sepakati.

Setelah Ibu Jumirah mendapatkan bantuan program Jalin Matra PFK beliau sangat bersyukur karena sekarang beliau tidak eber lagi kalau berjualan sebab sudah mendapat bantuan langsung berupa dagangan pisang dan sayuran. Beliau juga sangat senang karena sekarang pergi ke pasar tidak harus jalan kaki lagi karena sudah mendapatkan bantuan sepeda mini dari program PFK juga. Dengan adanya bantuan ini sekarang dagangan Bu Jumirah semakin berkembang dan beraneka ragam jenisnya.

Monggo untuk semuanya apabila melewati desa karangsemi bisa mampir untuk berbelanja aneka sayur dan pisang dari Bu Jumirah karena menurut beliau semua modalnya ini dari bantuan pemerintah dan sampai berkembang, jadi beliau tidak mematok harga yang terlalu mahal bahkan lebih murah dari jualannya yang dulu waktu masih Eber menjualkan dagangan orang lain.

Tinggalkan sebuah Komentar