ANGGRIYANI

PEDULI UNTUK BERBAGI, PERINGAN BEBAN KEHIDUPAN

Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten yang luas wilayah pemerintahannya. Desa-desa dengan beragam karakteristik tersebar di seluruh wilayah kecamatan yang dibawahinya. Salah satu desa tersebut adalah Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo.

Desa Sukorejo merupakan salah satu desa yang menjadi lokasi Program Pendampingan Jalin Matra PFK. Sebagai ujung tombak kegiatan ini dibutuhkan peran mothercare atau pendamping desa yang militan. Pemerintah Desa Sukorejo merekomendasikan seorang mothercare bernama Anggriyani.

Anggriyani merupakan sosok yang sudah lama berkecimpung dibidang sosial adn pemberdayaan masyarakat. Mulai dari kegiatan PNPM, KPM, PKK, kelompok pengajian dan lain-lain. Banyaknya kegiatan ini banyak memberi manfaat, diantaranya adalah luasnya jaringan.

Selain aktif dibidang sosial, Anggriyani juga aktif dalam usaha makanan. Produksi utama usahanya adalah dodol buah naga, telur asin dan kripik pisang. Sang suami pergi bekerja di Luar negeri menjadi TKI. Latar belakang suami pergi menjadi TKI karena kebutuhan untuk membayar pinjaman. Pinjaman itu dikarenakan untuk biaya berobat anaknya yang kedua.

Kelahiran anak kedua ternyata menjadi ujian bagi keluarga Anggriyani. Sejak bayi sudah divonis menderita kelainan jantung. Hal itu mengakibatkan pada saat itu harus berobat secara rutin ke RS Dr. Soetomo Surabaya. Tentunya biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Sehingga harus pinjam uang kepada saudara.

Motivasi utama Anggriyani berkecimpung dibidang sosial adalah ingin berbagi kebahagiaan dan motivasi untuk orang sekitarnya. Khususnya pda orang-orang yang membutuhkan. Hal itu dikarenakan pada saat dulu masih merawat anaknnya yang sakit banyak orang yang simpati dan peduli. Sehingga bebanya menjadi lebih ringan.

“Pada saat saya mendampingi anak saya berobat, banyak orang yang peduli. Ternyata seberat apapun beban kita, jika ada orang atau saudara yang peduli akan membantu meringankan. Walaupun to hanya sekedar menjenguk ataupun memotivasi saja” kata Anggriyani

“Itulah saya ingin melakukan itu juga kepada orang-orang yang kurang beruntung di desa saya” tambahnya lagi

Setiap hari disela-sela padatnya kegiatan yang dijalani, Anggriyani masih meluangkan waktu untuk membuat makanan-makanan snack dan telor asin. Hasil produksinya tersebut kemudian dititpkan ke toko, warung dan minimarket disekitar Kecamatan Bangorejo dan Pesanggaran. Penghasilannya bisa cukup untuk hidup sehari-hari, karena penghasilan suami dari TKI digunakan untuk mencicil hutang.

Selama menjadi mothercare ini banyak sekali kesan yang dia rasakan. Saat mengunjungi rumah Kepala Rumah tanggaPerempuan (KRTP) dengan segala kesulitannya, Anggriyani merasa sangat tersentuh. Hal itu membuat semangatnya untuk mengawal KRTP ini semakin berlipat.

Tantangan lain yang dihadapi pada proses ber mother care yaitu saat proses identifikasi usulan, KRTP cenderung bingung dalam menentukan bantuan yang akan diajukan. Strategi yang dilakukan Anggriyani yaitu tidak hanya sekali mendatangi KRTP. KRTP diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan keluarganya.

Partisipasinya dalam mengikuti setiap tahapan ber mother care ini membuat Anggriyani yakin bahwa Program Jalin Matra PFK sangat bermanfaat untuk KRTP. Dia berharap program terus berlanjut serta terus diperbaiki sistemnya, khususnya tingkat desa harus benar-benar tepat sasaran dan jangan sampai diselewengkan. Harus ada pengawasan dari pihak terkait secara berkesinambungan sehingga program bisa terus berkembang.

Tinggalkan sebuah Komentar