BORONG JAHIT SEPATU

Sumarlik (48 tahun), warga Desa Ngogri, menjadi KRTP karena suaminya meninggal dunia saat menjadi kuli angkut padi di sawah, masih memiliki tanggungan anak sekolah SMK kelas 2, tinggal bersama dengan anak, menantu dan cucunya di rumahnya yang sederhana tapi terlihat bersih. Dari upah borong jahit sepatu sehari dia mendapat upah  rata rata Rp50.000,- dalam sehari bisa menyelesaikan 5 kodi dengan upah Rp.10.000/kodi. Pekerjaan ini memakan waktu yang sangat lama karena mesin jahit yang dimilikinya hanya satu jarum, sehingga Bu Sumarlik harus menjahit ulang semua pekerjaannya, sesuai dengan order yang diminta dari pengepul. Dimulai jam 09.00 pagi hingga selesai  jam 21.00 WIB. Hanya sebentar waktu untuk beristirahat. Jika dia ingin mendapat hasil yang banyak dari jahitannya, untuk itu Bu Sumarlik sangat ingin memiliki mesin jahit dengan jarum double supaya pekerjaannya bisa cepat selesai. Beruntung Desa Ngogri mendapat program Jalin Matra PFK dan dia menjadi salah satu sasaran penerima program PFK, sehingga dia mengajukan bantuan mesin jahit dengan jarum double (fifirohmah).

Tinggalkan sebuah Komentar