KORBAN TSUNAMI PALU

Ninik Trianawati (37 tahun), warga Desa Sumbersari Megaluh Jombang, memiliki dua anak yang masih kecil, merawat orang tua yang sakit stroke, dan tanpa pekerjaan dan penghasilan. Bapak dari dua anaknya meninggal dunia karena menjadi salah satu korban musibah tsunami di Palu saat bekerja sebagai ABK di Palu pada September tahun 2018 lalu. Ia terpaksa harus bekerja apa adanya dengan berjualan jajanan anak-anak di ruang tamu dalam rumah milik orang tua yang ditinggalinya bersama dua anak dan ibunya yang sakit stroke.

Fani anak pertamanya kini telah lulus SDN dan akan melanjutkan ke SMP,sedangkan Fino adiknya masih TK, tapi Ninik tidak memiliki biaya dan tidak mampu untuk menyekolahkan Fani ke SMP. Supaya anaknya bisa tetap sekolah Ninik berencana untuk menitipkan anaknya ke Panti Asuhan terdekat yang ada di desanya. Pemilik panti bersedia menerima Fani tetapi harus tinggal di panti asuhan, tetapi Fani tidak mau dititipkan di panti. Beruntung adik dari Ninik bersedia membantu biaya sekolah Fani ke SMP.

Berjualan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB, martabak telor mini Rp1.000,-/porsi dan pop ice Rp2.000/gelas. Sehari rata-rata mendapat uang Rp75.000,- dua hari sekali Ninik ke pasar untuk berbelanja barang dagangannya. Kepada Jalin matra PFK Ninik minta bantuan etalase, blender, gilingan mie dan tambahan barang dagangan.

Tinggalkan sebuah Komentar